Monday, November 29, 2010

What Way of Life you choose?

Good versus Evil..Yeah I think we only have two choices here, the choice about which way you wanting your life to be.  The Good way or the evil way.  Those choices can easily be recognize now and then.  Those who likes materialism over spirituality, manipulation over hardworking,  lies over honesty.   These are ones whose to follow  the evil.  People who individualistic, arrogant, greedy and selfish.
For some, they who likes to share, humble, emphathetic, symphatic, hardworking and honest are the ones who choose God’s way.  They are the ones who believe in judgement day, who wants heaven more than just earth fantasy.  They do not affected by the harsh time because they believe that all things that happen is just what they have to do according to God’s will.  These kind of people is the one who’s “thinking”.  Ones who accept God’s commandment without questions and acted always in control.  In the society, people who are follow evil way more likely to have a bunch of audience and followers compare those who are really a good people.  Good people seems like a minority.   They had been bullying, make fun of, and be treated as a weirdo because of the princips that they hold.  They always been laughed about when they try to inform you with good news.  People think that they are crazy.   But in the end it’s the good ones will always win, and make it to the heaven’s door, while the evil goes to be a loser in the darkness.  So..what do you choose?

Create A Cake Decorating Business

Home Business Creating Wedding Cakes Recipes And Samples Included.
$/sale: $10.99 | Future $: - | Total $/sale: $10.99 | %/sale: 50.0% | %refd: 30.0% | grav: 1.73
Click Here!

Glass Etching and Sandcarving for Business

Show Your Followers The Exciting Craft That Could Be Used For A Home Business. Earn 50% Commision And Help Your Followers Establish A Low Start-up Professional Glass Etching Business. Learn To Save Thousands Off Equipment And Start A Low Cost Buisness.
$/sale: $8.74 | Future $: - | Total $/sale: $8.74 | %/sale: 50.0% | %refd: 1.0% | grav: 0.11

The Secret of Flower Pressing

How To Press Flowers & Make Greeting Cards For Fun And Profit. A Creative & Inspiring Course With Instant Access.
Click Here!

Spice up Your Windowbox

Good Eats in Small Spaces

Balconies are often confused with the fire escapes common to urban apartment buildings. While it’s illegal to garden on an actual fire escape, if the small outdoor space isn’t used as an outlet, you can practice creative container gardening.

One option is to hang window boxes and securely fastened pots on the balcony rails, and the other is to hang baskets from secure hooks mounted on the building or window panes.

Once you have your containers secured, plant these ingredients for a delicious Pico de Gallo salsa.



Saturday, November 27, 2010

Books I want to read

http://amzn.com/184467598X

This guy is genius, should not see who he is as a marxism, but the way he sees the problems.

Tuesday, November 16, 2010

Ungkapan Cinta Untuk Putri Tersayang

Putriku tercinta! Aku adalah seorang laki-laki yang sudah beranjak ke usia lima puluh tahun.[3] Telah lewat sudah masa remaja, dan kutinggalkan impian-impian dan khayalan-khayalan. Berbagai negeri telah kukunjungi dan banyak orang kujumpai. Pahit getirnya dunia telah aku cicipi. Karena itu, dengarkanlah nasihat-nasihatku yang benar lagi jelas berdasarkan pengalaman-pengalamanku. Pasti belum pernah engkau mendengarkannya dari orang lain.
Melalui tulisan, kami selalu mengajak perlunya perbaikan moral, menghapus kerusakan dan mengalahkan hawa nafsu hingga pena tak lagi mampu menulis dan lidah menjadi kelu, namun kami tak menghasilkan apa-apa. Kemungkaran belum dapat kami berantas bahkan semakin bertambah, berbagai kerusakan merajalela, busana terbuka dan merangsang semakin trendi serta semakin marak. 'Wabah' ini berkembang dari satu negeri ke negeri yang lain, bahkan menurut dugaanku, tidak ada satu negeri Muslim pun yang selamat darinya. Di negeri-negeri kaum Muslimin sendiri yang dulu terdapat baju panjang yang sempurna dan kesungguhan dalam menjaga kehormatan dan aurat, kini para wanitanya keluar rumah dengan busana 'seksi' yang terbuka bagian lengan dan lehernya.

Kami belum berhasil dan saya kira tidak akan berhasil. Mau tahu sebabnya? Karena sampai saat ini, kami belum me-nemukan cara untuk memperbaikinya dan belum tahu jalannya. Sesungguhnya, jalan kebaikan itu ada di hadapan matamu, duhai putriku! Kuncinya berada di tanganmu. Bila engkau percaya kunci untuk masuk itu ada, lalu kalian mempergunakannya, maka pasti kondisinya akan menjadi baik.   Benar, yang lebih dulu memulai mengayunkan langkah menuju kubangan dosa adalah lelaki, bukan wanita! Hanya saja, bila engkau menolak, pasti laki-laki tidak akan berani. Andaikata bukan karena lemah gemulaimu,[4] laki-laki tidak akan bertambah nekad. Engkaulah yang membuka pintunya sedangkan dia hanya masuk. Seakan kau katakan kepada si pencuri, "Silahkan!" Lalu ketika ia telah mencuri, engkau berteriak, "Maling! Tolong ada maling! Saya kemalingan!" Jika engkau telah menyadari bahwa laki-laki tersebut adalah srigala sedang dirimu adalah seekor domba, maka tentu engkau jauh-jauh hari sudah menghin-darinya sebagaimana domba yang menghindari srigala. Kalau engkau tahu bahwa laki-laki tersebut adalah pencuri, pasti engkau akan bersikap hati-hati seperti halnya si kikir yang takut hartanya dicuri.

Manakala srigala hanya menghendaki daging si domba, maka apa yang diingin-kan laki-laki darimu jauh lebih berharga dari sekedar daging domba itu. Bahkan, kematian kiranya lebih baik bagimu daripada harus kehilangan sesuatu yang paling berharga itu. Lelaki hanya mengingkan sesuatu yang paling berharga pada dirimu, yaitu kehormatanmu. Kehormatan adalah kebanggaan dan kemuliaan yang dengannya kamu hidup. Hidup bagi wanita yang telah terenggut kehormatannya adalah seratus kali lebih pahit daripada kematian seekor domba yang diterkam srigala.
Ya, demi Allah! Saat memandang seorang gadis, yang terlintas dalam khayalan seorang pemuda hanyalah kondisinya yang tanpa sehelai benang pun melekat di tubuhnya.

Demi Allah, begitulah kenyataannya. Kami bersumpah untuk kedua kalinya di hadapanmu ini. Janganlah engkau pernah percaya manisnya tutur kata sebagian laki-laki, bahwa mereka tidak melirik seorang gadis melainkan hanya sekedar ingin mengetahui akhlak dan budi pekertinya saja; bahwa mereka berbicara kepadanya hanya sebagai seorang sahabat; bahwa mereka akan mencintainya sebagai seorang teman. Demi Allah, itu bohong! Andaikata engkau mendengar obrolan antar anak-anak muda dalam kesunyian mereka, tentulah engkau akan mendengarkan sesuatu yang mengerikan dan menakutkan.

Senyuman yang dilemparkan pemuda ke arahmu, kehalusan tutur kata dan perhatiannya terhadapmu; semua itu tidak lain hanyalah perangkap rayuan untuk mencapai apa yang diinginkannya. Setidaknya rayuan itu adalah kesan tersendiri bagi si pemuda.
Tetapi, selanjutnya, apa yang kemudian akan terjadi, duhai putriku? Camkanlah dengan baik!
Kalian berdua sesaat berada dalam kenikmatan, untuk kemudian engkau ditinggalkan begitu saja, dan engkau selamanya tetap akan merasakan penderitaan akibat kenikmatan sesaat itu. Sementara pemuda itu akan terus mencari mangsa demi mangsa untuk direnggut kehormatannya. Sedang dirimu harus menang-gung beban kandungan yang membesar di perutmu. Jiwamu pasti merintih, keningmu kini telah tercoreng. Masyarakat nan zhalim dapat mengampuni pemuda itu dengan mengatakan, "Dulu ia pemuda yang sesat, tapi sekarang sudah bertaubat!" Tetapi bagaimana dengan dirimu? Selamanya engkau hidup berkubang kehinaan dan membawa aib. Masyarakat seakan tak dapat mengampuni perbuatanmu itu selamanya.

Andai saat bertemu pemuda itu, engkau berani menentang, membuang muka, menunjukkan jati dirimu dan menghindar, lalu bila si pengganggu itu belum juga mau mengindahkan bahkan sampai berbuat lancang melalui ucapan atau tangannya yang usil, maka lepaskan sepatu yang melekat di kakimu, lalu lemparkan ke kepalanya! Jika semua itu engkau lakukan, pasti semua orang di jalan akan membelamu. Setelah kejadian itu, tentu pemuda-pemuda iseng tidak akan berani lagi mengganggumu dan juga gadis-gadis selainmu. Tentunya, jika ia seorang pemuda yang baik, ia akan datang kepadamu untuk meminta maaf dan berjanji tak akan mengulangi lagi perbuatannya. Bahkan, bisa jadi ia akan mengharapkan adanya hubungan yang baik dan halal denganmu, untuk kemudian akan datang melamarmu.

Betapa pun status, kekayaan, popularitas dan wibawa yang dicapai seorang wanita, maka ia tidak akan dapat menggapai angan-angan terbesar dan kebahagiaan selain dalam sebuah pernikahan. Yaitu kala menjadi isteri yang baik, seorang ibu yang terhormat dan pendidik bagi keluarga. Sama saja dalam hal itu, para ratu, para putri raja atau pun para artis film Hollywood kenamaan yang memiliki ketenaran dan citra yang dapat menipu banyak wanita.
Aku mengenal dua orang sastrawati besar dari dua negara Islam.
Keduanya adalah sastrawati sejati, memiliki harta kekayaan dan kejayaan sastra. Namun sayang, keduanya kehilangan suami, lalu akal sehat pun hilang dan akhirnya menjadi gila. Dalam hal ini, jangan pojokkan diriku dengan pertanyaan tentang siapa mereka sebab nama-nama itu sudah amat terkenal.
Pernikahan adalah cita-cita tertinggi seorang wanita, walaupun ia seorang anggota dewan dan pemegang kekuasaan. Tak ada seorang pun yang sudi menikah dengan wanita pelacur. Seorang laki-laki yang bermaksud menikahi wanita baik pun, bila mengetahui ternyata ia seorang yang sesat, maka akan pergi meninggalkannya pula. Kalau ingin menikah, maka ia akan memilih wanita yang baik, karena ia tidak rela bila kelak nyonya rumah tangga dan ibu bagi putra-putrinya adalah seorang wanita asusila.

Seorang laki-laki walaupun dia seorang fasik, germo, bila di pasar kelezatan tidak mendapatkan wanita yang rela menumpahkan kehormatannya di atas kedua kakinya atau yang dapat menjadi barang permainan di hadapannya, ataupun bila ia tidak juga mendapatkan wanita fasik atau wanita lalai yang mau menemaninya kawin berdasarkan agama Iblis dan syariat kucing di bulan Februari, maka pastilah ia meminta wanita yang menjadi isterinya itu menikah berdasarkan sunnah Islam.

Jadi, akar penyebab hilangnya minat terhadap ikatan pernikahan adalah kali-an, wahai kaum wanita! Bila bukan karena wanita fasik, tentu hilangnya minat pada ikatan pernikahan tidak akan terjadi dan peluang berbuat maksiat tidak akan terbuka lebar. Kenapa kalian tidak menyadari hal itu? Dan mengapa para wanita mulia tidak berupaya mencari penyelesaian bagi malapetaka ini? Kalian lah yang lebih pantas dan mampu daripada kaum laki-laki untuk melakukan upaya itu. Kalian lebih mengerti bahasa wanita dan cara menyadarkan mereka, dan karena yang bisa menyelamatkan korban kerusakan ini hanya kalian, para wanita terpelihara, mulia, wanita yang terjaga dan beragama.[5]

Di setiap rumah di negeri kaum muslimin terdapat para gadis berusia siap nikah tetapi belum juga mendapatkan jodoh. Penyebabnya adalah kecenderungan para pemuda untuk memiliki 'pacar' sehingga tidak butuh kepada isteri. Tidak menutup kemungkinan, kondisi serupa juga terjadi di negeri-negeri lain.

Karena itu, kalian perlu membentuk organisasi-organisasi kewanitaan yang terdiri dari para sastrawati, para intelektual, para guru dan mahasiswi yang misinya mengembalikan saudari-saudari kalian yang salah jalan itu kepada kebenaran. Ajaklah mereka agar bertakwa kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Jika menolak, takutilah mereka dengan memberikan peringatan bahwa apa yang mereka lakukan itu dapat menyebabkan datangnya penyakit. Jika masih membangkang, maka jelaskan kepada mereka dengan berkaca kepada realitas yang ada. Katakan kepada mereka, "Kalian adalah gadis-gadis remaja yang cantik. Karena itu, pasti kalian menjadi rebutan para pemuda. Akan tetapi, apakah masa remaja dan kecantikan itu akan kekal abadi? Adakah sesuatu di dunia ini yang akan kekal abadi? Bila nanti, kalian sudah menjadi nenek-nenek yang bungkuk punggungnya dan keriput wajahnya, ketika itu, siapa yang akan berminat lagi? Tahukah kalian, siapa yang akan memperhatikan, menghargai dan mencintai seorang nenek? Jawabannya, adalah anak-anak dan para cucunya. Saat itulah, sang nenek akan menjadi ratu di tengah rakyatnya. Duduk manis di atas singgasana mengenakan mahkota. Akan tetapi, bagaimana pula dengan nasib seorang nenek yang masih belum bersuami? Tentu, kalian sendiri lebih tahu apa yang terjadi dengannya!"

Di sebuah trotoar di persimpangan jalan di Brussel, aku menyaksikan seorang nenek tua yang berdiri menggunakan penyangga untuk kedua kakinya. Karena sudah dimakan usia, segenap tubuhnya gemetaran. Ia ingin menyeberang, namun hampir saja ia diserempet oleh mobil-mobil di sekelilingnya. Kasihan, tidak seorang pun yang mau mem-bimbingnya.
Kepada pemuda yang bersamaku, aku berkata, "Sebaiknya salah seorang dari kalian menghampiri nenek itu dan menolong-nya."
Waktu itu, kami bersama seorang teman lama bernama Ustadz Nadim Zhubyan. Sudah lebih dari 40 tahun ia tinggal di Brussel. Beliau bercerita kepadaku, "Tahukah anda bahwa nenek tua itu dulunya adalah wanita primadona di negeri ini yang banyak membuat orang terbuai? Para lelaki selalu menguntitnya dan dengan sepenuh hati rela merogoh kocek mereka hanya sekedar untuk dilirik atau disentuhnya. Tetapi setelah masa bunga berakhir dan kecantikan di wajah telah pupus, tak seorang pun yang anda lihat sudi menyentuh tangannya."

Sebandingkah kenikmatan itu dengan penderitaan yang dialaminya di atas? Akankah kita tukar akibat dari itu dengan kenikmatan sementara?
Perkataan-perkataan seperti ini bagi kalian para wanita, tidak memerlukan petunjuk orang lain dan kalian tidak akan kehabisan cara untuk memberi nasehat kepada saudari-saudari kalian yang salah jalan dan patut dikasihani. Jika kalian tidak dapat mengasihani mereka, minimal berusahalah untuk menjaga wanita baik-baik, gadis-gadis yang sedang tumbuh agar tidak menempuh jalan yang salah itu.[6]

Aku tidak menuntut kalian untuk merubah secara drastis dan mengembalikan wanita masa kini kepada kondisi wanita Muslimah sejati. Tidak, kami menyadari bahwa perubahan secepat itu biasanya mustahil dilakukan. Kondisinya seperti antara malam yang gelap gulita dan pagi yang cerah bercahaya, di mana Allah Subhanahu wa ta'ala tidak memindahkan dari kegelapan kepada cahaya dalam sekejap. Tetapi, Dia memasukkan siang ke dalam malam tanpa engkau rasakan adanya perubahan itu. Sama seperti jarum jam yang engkau lihat diam tak bergerak. Padahal bila dirimu kembali dua jam kemudian, pasti ia telah bergeser. Demikian pula dengan perubahan manusia dari masa kanak-kanak ke masa remaja, dari masa remaja ke masa tua. Juga sama halnya dengan perubahan sebuah negeri, dari satu kondisi ke kondisi yang lain.  Akan tetapi kembalilah ke jalan kebaikan selangkah demi selangkah, sebagaimana ketika engkau menyongsong jalan keburukan setapak demi setapak. Kalian mulai dari memendekkan pakaian sedikit demi sedikit, kalian pertipis kerudung dan sabar melalui masa yang panjang. Kalian lakukan perubahan ini, sedangkan lelaki shalih tidak menyadari. Majalah-majalah porno menggalakkan masalah ini, orang-orang fasik riang gembira, sampai akhirnya kita mencapai suatu keadaan yang tidak diridhai Islam, bahkan tidak pula oleh agama lain. Juga tidak dilakukan oleh orang-orang Majusi para penyembah api yang berita mereka sudah kita baca di buku-buku sejarah. Bahkan hingga sampai pada suatu keadaan yang tidak dapat diterima para hewan.
Dua ekor ayam jago saja bila bertemu untuk memperebutkan sang betina, pasti saling serang karena rasa cemburu dan membela. Tetapi sungguh aneh dengan para lelaki Muslim yang tidak cemburu terhadap wanita Muslimah dilirik orang asing. [7] Bukan sekedar wajah yang dilirik, telapak tangan ataupun lehernya tetapi segalanya. Ya, segalanya selain sesuatu yang menjijikkan untuk dilihat dan harus ditutup, yaitu kemaluan dan buah dada.

Di klub-klub malam, suami-suami Muslim tega menyodorkan isteri-isteri mereka untuk diajak berdansa dan dipeluk lelaki lain. Dada menempel dengan dada, perut bertemu perut, bibir dengan pipi, lengan melingkar tubuh. Kendati demikian, tak ada seorang pun yang protes terhadap pemandangan itu. Di kampus-kampus Universitas Islam, mahasiswa Muslim biasa berdua-duaan dengan mahasiswi Muslimah yang tanpa menutup aurat. Anehnya, tak satu pun, orang-orang tua Muslim yang mengingkari hal tersebut. [8]
Pemandangan-pemandangan seperti itu banyak terjadi. Dan itu tidak dapat diatasi hanya dalam sehari atau dengan upaya yang tergesa-gesa. Tetapi caranya adalah dengan kembali ke jalan yang benar melalui jalan yang semula pernah kita tempuh ketika melakukan keburukan, walaupun jalan yang berat itu seka-rang amat panjang. Jalan kembali satu-satunya yang panjang ini harus ditempuh, sebab bila tidak, maka kita tidak akan sampai ke tujuan. Kita mulai dengan memberantas masalah ikhtilath (bercampur-baurnya laki-laki dan wanita dalam satu tempat tanpa hijab).

Seorang gadis tidak seharusnya bercampur baur dengan lelaki yang bukan mahramnya, seorang isteri juga tidak seharusnya menerima teman suaminya di rumah, menyapanya jika bertemu di kereta atau bertemu di jalan. Seorang gadis tidak seharusnya menjabat tangan pria di kampus, berbincang-bincang, berjalan seiring, belajar bersama untuk ujian, kemudian dia lupa bahwa Allah Subhanahu wa ta'ala menjadikannya sebagai wanita dan si kawan sebagai pria, satu dengan yang lainnya dapat saling terangsang. Siapa pun, baik wanita, pria atau seluruh penduduk dunia tidak akan mampu mengubah ciptaan Allah Subhanahu wa ta'ala, menyamakan antara kedua jenis atau menghilangkan kecenderungan yang ada di dalam jiwa mereka.
Aku memiliki beberapa makalah tentang kesetaraan gender (kesamaan antara laki-laki dan wanita). Di situ aku berbicara tentang beberapa hak dan kewajiban, pahala dan siksa, tetapi aku tidak berbicara mengenai pekerjaan, fungsi dan tugas. Karena tidaklah mungkin seorang laki-laki itu akan hamil dan menyusui menggantikan para wanita, sementara wanita pun tidak mungkin berperang atau melakukan pekerjaan-pekerjaan berat menggantikan peran laki-laki.

Para propagandis 'egalitarianisme' (persamaan hak) dan ikhtilath yang mengatas-namakan 'civiel society' adalah para pembohong besar. Hal ini dapat dilihat dari dua aspek:
Pertama, karena semua itu mereka lakukan untuk memberikan kepuasan kepada diri mereka sendiri. Mereka menikmati pemandangan anggota tubuh yang terbuka itu dan kenikmatan-kenikmatan lain yang mereka bayangkan. Akan tetapi, mereka tidak berani berterus terang. Oleh karena itu, slogan-slogan seperti kemajuan, masyarakat madani, seni, kehidupan kampus, semangat olahraga dan slogan-slogan kosong tanpa makna lainnya itu hanyalah kedok belaka, ibarat gendang yang ditabuh.
Kedua, mereka bohong karena mengekor kepada Barat dan menjadikan Barat sebagai penyuluh. Mereka tidak dapat memahami kecuali menurut cara pandang Barat. Menurut mereka, kebenaran bukanlah lawan dari kebatilan. Tetapi kebenaran adalah segala sesuatu yang datang dari sana; Paris, London, Berlin dan New York, sekalipun yang dilaku-kan itu berupa dansa, pornografi, pergaulan bebas di kampus, pamer aurat di tempat umum atau telanjang ria di pantai (atau kolam renang). Sementara kebatilan menurut mereka adalah sesuatu yang datang dari sini; dari lembaga-lembaga pendidikan Islam di Timur dan dari masjid-masjid milik orang-orang Islam, sekalipun hal itu berupa kehormatan, petunjuk kebenaran, keterpeliharaan dan kesucian, baik kesucian hati maupun tubuh.

Di Eropa dan Amerika, Seperti yang sering kita baca dan dengar dari mereka yang pernah berkunjung ke sana ternyata masih terdapat banyak keluarga yang tidak rela dan tidak mengizinkan pergaulan bebas. Di Paris, misalnya, para bapak dan ibu melarang anak gadis mereka berjalan dengan seorang pemuda atau pergi bersama ke gedung bioskop. Bahkan mereka tidak diperbolehkan nonton, kecuali film-film yang sudah diketahui jalan ceritanya dan mereka tahu benar bahwa di dalam film-film itu, tidak ada adegan porno dan jorok. Yaitu, adegan-adegan yang sangat disayangkan, selalu ada dalam tayangan-tayangan yang dibuat perusahaan film di negeri kita untuk kalangan muda-mudi, yang mereka sebut sebagai seni perfilman, karena ketidakpahaman terhadap agama bahkan juga terhadap film itu sendiri.
Kata mereka, "Pergaulan bebas itu dapat mengurangi nafsu birahi, mendidik watak dan dapat menekan gejolak seksual di dalam jiwa."
Untuk menjawab hal ini, saya limpahkan kepada mereka yang telah lebih dulu pernah merasakan pergaulan bebas di sekolah-sekolah, yaitu orang Rusia yang tidak beragama, yang tidak pernah mendengar petuah ulama dan pendeta. Bukankah mereka telah meninggalkan percobaan ini, setelah melihat bahwa hal ini amat merusak?

Tentang Amerika, apakah mereka be-lum membaca, bahwa problem Amerika, adalah semakin meningkatnya siswi-siswi yang hamil? Itu karena mereka mengajarkan pelajaran seks di sekolah-sekolah. Artinya, sama saja dengan menuangkan bensin ke dalam api. Kepada para gadis suci yang buta terhadap masalah seks, mereka jelaskan mengenai apa yang tersembunyi dari aurat laki-laki dan apa yang dilakukan laki-laki jika sedang berduaan dengan wanita. Pada saat yang sama, ada setan-setan dari jenis manusia yang mengajak kita agar melakukan seperti apa yang mereka lakukan. Sebagaimana mereka juga membiasakan dan melatih para siswi sekolah-sekolah menengah untuk menggunakan pil pencegah kehamilan.
Siapa yang akan merasa senang apabila universitas-universitas di negeri-negeri kaum Muslimin mengalami persoalan yang sama?
Aku tidak berbicara kepada para pemuda. Aku tidak ingin mereka mendengar. Aku tahu bahwa mungkin mereka menyanggah dan menertawakan diriku. Karena aku telah menghalangi mereka menikmati kelezatan yang benar-benar telah mereka peroleh. Akan tetapi, aku berbicara kepada kalian, putri-putriku. Wahai putriku yang beriman dan beragama! Putriku yang terhormat dan terpelihara! Ketahuilah bahwa yang akan menjadi korban bukan orang lain tetapi kamu sendiri. Oleh karena itu, jangan serahkan diri kalian sebagai korban iblis. Jangan dengarkan bujuk rayu mereka dengan dalih pergaulan demi kebebasan, modernisasi, kemajuan dan kehidupan kampus. Sungguh kebanyakan orang-orang terkutuk itu tidak memiliki isteri dan anak. Mereka sama sekali tidak perduli dengan kalian, selain sebagai pemuas kenikmatan sementara. Sedangkan aku (penulis) adalah seorang ayah dari beberapa orang putri. Jika aku membela kalian, berarti aku membela putri-putriku sendiri. Aku ingin kalian bahagia seperti yang aku inginkan untuk putri-putriku.
Sesungguhnya dari perbuatan liar yang mereka lakukan, tak ada sesuatu pun yang dapat mengembalikan diri wanita kepada kehormatannya yang lenyap, kemuliaannya yang terkoyak, begitu juga dengan martabat yang hilang.
Jika seorang gadis telah terjerumus, maka tak seorang pun dari mereka yang mau meraih tangannya kembali atau menyelamatkannya dari keterjerumusan itu. Yang justeru mereka lakukan adalah memperebutkan kecantikan gadis itu selama masih tersisa kecantikan di wajahnya. Jika sudah hilang, mereka pun pergi meninggalkan gadis tersebut. Persis seperti anjing-anjing yang meninggalkan bangkai karena sudah tak menyisakan daging sedikit pun.
Inilah nasihatku buatmu, wahai putriku. Inilah kebenaran, selain ini jangan dipercaya. Sadarlah bahwa di tanganmulah kunci pintu perbaikan itu, bukan di tangan kami kaum lelaki. Jika ada kemauan pada dirimu niscaya engkau sanggup memperbaiki dirimu sendiri, dengan demikian, umat secara keseluruhan akan menjadi baik.
(Diterjemahkan dari naskah aslinya dengan beberapa penyesuaian dan penambahan catatan kaki).

Wednesday, February 3, 2010

Homemade Snow Globe

Whether or not you get to experience a white Christmas this year, these glittery snow globes can bring a piece of festive weather to you! There are beautiful examples out there, but they can run up a hefty price tag, especially if you’re into collecting. This DIY version costs next to nothing, and lets you personalize to your heart’s content! You choose everything from the jar to the trinkets inside, making this the perfect gift for loved ones. Once you make one, you’ll want to turn everything into a snow globe!

Materials

  • A jar of your choice (with a lid)
  • Figurines or jewellery
  • Anti-rust sealant for metal pieces
  • Clear-drying epoxy
  • Distilled water
  • Dash of glycerin
  • Large silver or white glitter (smaller versions will float at the top)

Instructions

  1. Use clear-drying epoxy to adhere your piece to the inside of the lid. Let dry per instructions.
  2. After the epoxy dries completely, fill your jar with distilled or boiled water (at room temperature, of course).
  3. Add just a dash of glycerin so the “snow” falls slowly.
  4. Add as much glitter as you like. If you don’t like the look of glitter, you can usually find faux snow at craft and haberdashery stores.
  5. Screw your lid on tightly and enjoy your snow globe!
Instructions courtesy of Well Worn

Tuesday, January 19, 2010

Wednesday, January 13, 2010

Some Quote from David Deida


You need to feel your man’s trustable presence before you will open your heart and body without guard. It’s a step-by-step process of learning. He learns to be more present, you learn to be more open.”
–From “Finding God Through Sex,” a book
by David Deida

Masculine anger is always because you are feeling constrained, trapped by life. Feminine anger is always because you are feeling unloved.”
David Deida

“Men who have lived significant lives are men who never waited: not for money, security, ease, or women.”
David Deida

One of the deepest feminine pleasures is when a man stands full, present, and unreactive in the midst of his woman’s emotional storms. When he stays present with her, and loves her through the layers of wildness and closure, then she feels his trustability, and she can relax”.
David Deida

Thursday, January 7, 2010

Wild Flowers..

I like to see wild flowers that blooms around the yard, they small, unique size and different colours..


 

 

 

 
you see how cute they are..


Thursday, December 31, 2009

How To Make Tincan Lantern

Tin cans (any size)
Tin opener
Hammer
Nail (you can use different sizes)
Water
Washing-up liquid
Freezer
Pencil
Lantern light

 

 

How long will it take?

Five minutes, wait 24 hours, then another five minutes

What to do

1. Collect some empty tin cans.
2. Clean out the cans. For ones that held oil, wipe out the grease before you wash them. Remove the labels.
3. Fill the can with water and place the can upright in a freezer overnight.
4. Remove the can from the freezer the next day. The frozen water will help the can keep its shape. Without it, the can will dent easily.
5. Mark a pattern on the side of the can with a pencil.
6. Use a hammer and nail to puncture through the outline of your shape with small gaps between each hole.
7. Leave the ice to melt in the can (if in a hurry, use hot water to melt it). Tip out the water and dry the can.
8. Add a lantern candle.
Tin lantern

9. Place lantern on a heatproof surface (eg, cement, stone or a dish). You can use the lanterns inside or out, but do be careful because the tin can get hot.

What Is Your New Year's Resolutions?

For me..The next year to come will be a happy year.  Wishing to God, that He will open a way for me to make a business, concentrating and focusing my life to Myself and Darren.  I will forget to have a new relationship for awhile..I guess I need time for myself, rebuild myself to be independent, get my goal on my dreams, have fun with my hobbies, and try to focus on raising my son.  I will try to make rules for darren, focusing on make times for his and my own needs.

I think we need to keep optimistic.  I realized that life is like this..shocking but we can go through it.  And we know that nothing is really bad, because we get used to it, and we can survive.
My motto is..never surrender with life.  I will not gonna be defeated by it.  I challange it..i'll show the world that i will make it.  When we follow this life day by day..I believe we have nothing to worry about.  cos everything will be fine.  God is the provider, so I believe..He will be my super parents.  Who protect me, support, and keeping me from harm.

Could be happiness for a whole year? I believe we have not 100percent happiness for a whole year.  Sometimes a problem occured, and we hit by the sadness.  But, we all know that every problems has their own way to solve.  So..just accept it the way it is with a big heart and patient.  I don't want to see the dark all the way..but waiting with patient that it will solve soon.. so no need to be sad or down too long.  Because the sun will always shines again.
This morning my son brought me some pretty, small flowers that he collected from the outside of our yard.  So I put them in small champagne glass and put it in my room.


 

 


Wednesday, December 30, 2009

Where Do We Go From Here

By. Vanessa Williams

Life can be strange,
somethings we forget
Or rearrange in time, lose the past
Tell me the truth, tell me how can I know
That this new love of ours,
that its gonna last

I need your strength and I feel your worth
With you I feel protected from all harm

Where do we go from here it's clear
You erase the fear in me,
that keeps me alone
Where do we go from here I know
No matter what the road,
your love will lead me home

What's in a name, his life just a game
We color then erase (we've been erased),
when we lose face
How many lives, tell me how many tries
Before we get it right (before we get it right),
the truth is inside

I need your strength and I feel your worth
With you I feel protected from all harm

Where do we go from here it's clear
You erase the fear in me, that keeps me alone
Where do we go from here I know
No matter what the road,
your love will lead me home

When I never weak, so weak
To scared to speak
When I never low, so low
To tell me, you will never need

Where do we go from here it's clear
You erase the fear in me,
that keeps me alone
Where do we go from here I know
No matter what the road,
your love will lead me home

No matter what the road,
your love will lead me home

Tuesday, December 29, 2009

Today Inspirations is Chandeliers

I like inexpensive chandelier like this..i think it looks pretty on your daughter's room..







Monday, December 28, 2009

A Little Dream about Wedding Gown

Sometimes I wonder what kind of gown that i'll choose to wear on my wedding someday..I like something simple, feminin, lady, fairy looklike gown.  I don't like to wear a bridal with big balloon and tube that's everybody seems to wear on their wedding. But, I found some of the examples that will be an inspiring wedding dress for me..




 

 

Saturday, December 26, 2009

Lesson I

Don't trust a drunk guy!

We want to believe that when someone's drunk what he said that coming from his mouth are coming from an honest feeling he cannot share when he's sobber.  But that is really a crap!  I have this mistakes by trying to accept a "drunken" words from my ex husband when he was proposing me.  yeah..he proposed me on the phone and i didn't knew that time that he was drunk.  So even we married for four years..I just realized, that he didn't actually love me.  He proposed me accidently.  That is my first mistake.  

And this happen again last time, with my exboyfriend..He was drunk when he said he wants to be serious with me..but then, he seems to forget he ever mentioned it to me lol..omg..yes I know, you may think i'm just a fool girl.  But, I took lesson now...so, I just want to remind all ladies who love a men, please..don't listen to his drunk bla..bla..bla..because it means nothing.