Showing posts with label Parenting. Show all posts
Showing posts with label Parenting. Show all posts

Saturday, April 6, 2013

Trial And Error Mommy

Yang namanya membesarkan anak laki-laki itu susah-susah gampang ya Bloggers..Yah tahu sendiri anak laki-laki itu karakternya memang agak slebor, agak sulit diatur, jiwanya bebas, and so on..Dalam hal penerapan disiplinnya agak membuat saya sedikit pusing, sebab kondisi saya yang single parent dan perannya adalah seorang ibu, posisi saya ini sebagai orang tua adalah yang paling lemah, makanya dalam hal penerapan disiplin pada Darren pun masih trial dan error.  

Kalau anak perempuan itu kan agak mudah ya dalam mendidiknya, karena menurut saya anak perempuan itu lebih fokus, dan penurut dibanding anak laki-laki.  Dan saya paham bahwa yang namanya anak laki-laki itu paling tidak suka dicereweti, tapi tidak juga bisa hanya dibilang sekali dan langsung nurut pada permintaan orang tuanya.  Otomatis saya suka lupa dengan aturan-aturan pada diri sendiri untuk tidak menggunakan cara-cara yang "cerewet" pada anak saya.  Maklumlah, Darren itu anaknya paling tidak bisa dibilangi hanya sekali saja.  Mulai dari perkataan lemah lembut, hingga pada kata-kata keras barulah dia jalan melakukan apa yang saya perintahkan.  

Ada kebiasaan-kebiasaan kecil yang selalu dilewatkan oleh anak saya yang sering membuat saya terkadang kesal.  Seperti lupa menutup pasta giginya, atau membuka pakaiannya dilantai dan lupa memasukkan pakaian kotornya kedalam keranjang laundry.  Makanya untuk hal-hal seperti ini saya punya cara yang belum pernah terpikirkan sebelumnya dan semoga ini adalah cara yang tepat, untuknya mempelajari kebiasaan-kebiasaan yang baik sehari-hari.


Tulisan ini sengaja saya taruh di atas wastafel supaya dapat ia baca ketika dia mencuci tangan atau sedang menyikat giginya di siang atau malam hari.

Saturday, March 23, 2013

No Bully Can Harm You Dear..

 Sebagai ibu saya prihatin dengan kasus 'bullying' yang sering terjadi pada anak-anak disekolah atau dilingkungan bermainnya. Dan setahu saya bully ini lebih sering terjadi pada anak laki-laki dibanding anak perempuan. Oleh sebab itu, ini adalah cara saya mengantisipasi kekerasan terhadap anak dilingkungannya:

1. Tumbuhkan rasa percaya diri pada anak lelaki kita, dengan cara menghargai dia sebagai mana dia adanya, berikan ucapan-ucapan yang membangkitkan semangatnya, mendukung, serta senantiasa bersedia mendampingi dia dalam suka dan dukanya.

2. Ajari anak lelaki kita untuk menghargai dan menghormati orang lain khususnya perasaan teman-temannya.

3.  Biarkan dia mandiri, dan tahu cara membela diri dengan benar, dukung anak untuk ikut kelas bela diri atau martial art. 

4. Tanamkan selalu perbedaan antara kebaikan dan keburukan dengan membesarkan kebaikan yang dia lakukan, dan membuat dia belajar dari keburukan yang dia lakukan. 

5. Daftarkan dia kedalam kelompok pengajian anak-anak untuk mendapatkan fondasi keimanan yang kuat.

6. Ajarkan dengan memberi contoh kepada anak lelakimu untuk melindungi dan menyayangi teman wanitanya.

7. Tanamkan pada dirinya bahwa dia layak diperlakukan baik, dan menolak untuk disakiti oleh siapapun.

8. Tanamkan kepadanya keberanian untuk mengungkapkan permasalahannya kepada kita orang tua atau dengan gurunya. Komunikasi yang intesif dengan anak. Serta jadikan diri kita sebagai orang tua yang dapat dia percaya untuk mengungkap segala hal yang menjadi uneg-unegnya.

Saya tidak rela bila anak menjadi korban bully..Menurut saya, anak yang menjadi korban bully, disebabkan karena rasa percaya diri yang rendah, dan mungkin juga karena kurangnya kasih sayang dan kesadaran orang tua dalam membentuk karakter dan kepribadian yang kuat pada anak.

Tuesday, March 5, 2013

Cottonball Painting

Paling demen deh sama yang namanya art.  Apalagi kid's art seperti ini..looks fun! This link I shared for my personal file to look up. St. Patrick's Day Art

Toddler Discipline Without Shame

Sekali lagi saya menemukan artikel bagus untuk mendisiplinkan balita..Thank you for the tips. No Bad Kids-Toddler Discipline Without Shame

Note: Pegangan untuk yang akan memiliki balita lagi hehehe..

Sketching Lessons for Kids - Freely Educate

I lovee skecthing! Yah maklum dari kecil saya memang berbakat menggambar dan kreatif.   Ini ada link bagus untuk mengajari anak cara membuat sketsa step by step. I like this..:) Sketching Lessons for Kids - Freely Educate

Thursday, February 28, 2013

My Little Business Man..

Terus terang saya sedang dilanda kebingungan nih Bloggers.  Sebagai orang tua seharusnya saya bangga terhadap perkembangan pertumbuhan anak laki-laki saya Darren.  Tapi disisi lain saya sebagai orang tua juga berperan sebagai role model atau contoh bagi dia.

Jadi begini dilema saya teman, suatu hari anak saya pulang dari mengaji di mesjid dekat rumah kami. Tiba-tiba dia menunjukkan kepada saya uang senilai Rp. 1.500,- yang ada ditangannya sambil berkata, "Mah lihat ini, tadi aku jualan kue."  Bukan main saya terkejut dengan apa yang dikatakannya, bagaimana tidak? Dia menjual snack yang saya belikan kepada teman-teman di lingkungan pengajiannya!  

Seharusnya dia tidak menjual kue-kue itu kepada temannya melainkan dibagikan dengan ikhals kepada mereka.  Maklum saja, pada saat itu saya tidak ada di sana untuk bisa mengawasi dia belajar mengaji dan saya tidak tahu apa yang dikerjakannya saat itu.  Tapi dia jujur dan berani mengungkapkan kepada saya apa yang dia kerjakan dan lakukan.  Setidaknya bagi saya dia tidak mencuri. Tetapi..jujur saja, jika saya tidak lekas memberi contoh yang baik, dia akan besar dengan cara yang salah.  

Saya ingin sekali anak saya itu tumbuh menjadi seorang laki-laki yang dermawan, yang suka memberi dan ikhlas.  Saya ingin dia tahu atau setidaknya mengerti perbedaan antara bisnis dengan menderma.  Tapi saya sedang memutar otak, bagaimana cara menjelaskan padanya?  Saya ingin dia memahami prinsip ketulusan dalam hal berbagi.  Tetapi saya juga ingin anak saya mulai belajar berdikari. Memang saya tahu untuk anak seusia Darren itu belum waktunya diperkenalkan soal bisnis, tapi yang saya ingin ajarkan sejak dini adalah cara dia mengatur dan bagaimana dia bisa mendapatkan uang dengan cara yang benar.

Karena awal dari permasalahan ini sebenarnya adalah karena "jajan" Bloggers.  Memang disekolahnya anak-anak diharuskan membawa lunchbox kesekolah dengan maksud agar anak-anak tidak dibiasakan untuk jajan diluar. Kita sebagai orang dewasa sudah tahulah dampak negatifnya, ya seperti ini.  Nah..tapi, sebagaimanapun saya sudah mengantisipasinya, anak saya tetap terpengaruh teman-temannya untuk jajan.  Tiap kali dia melihat teman-temannya jajan, dia juga ikut-ikutan meminta uang kepada saya agar dia bisa membeli jajanan yang ada disana meskipun jajanan yang dia inginkan hanya berupa mainan. Mungkin karena sikap saya yang terkadang suka tidak tegaan, pada akhirnya saya luluh.  Ya saya tahu, saya jugalah yang salah Bloggers, karena tidak bisa tegas terhadap anak.  Dan akhirnya disinilah awal dari permasalahan itu.

Karena saya concern dengan hal ini, maka suatu hari saya menerangkan kepadanya bahwa untuk memperoleh uang itu tidaklah mudah, bahwa dia harus bekerja keras terlebih dahulu untuk mendapatkan imbalan berupa uang serta memberi contoh-contoh apa saja yang bisa dia lakukan untuk mendapatkan uang yang salah satunya adalah berdagang. Singkatnya, maksud saya berkata seperti itu padanya agar membuat dia tidak lagi seenaknya meminta uang jajan pada saya.  Eh justru malah dia putar otak untuk menjual apa saja yang dia miliki ke teman-temannya.  Untung yang dia jual itu snack-snack yang saya sediakan untuknya dirumah.  Coba kalau barang-barang seperti mainannya? Waduuh..kacau deh! huff..

Tadinya saya berpikir, bagaimana cara mengajari dia berdagang kecil-kecilan.  Saya sudah membuat konsep untuk memodali dia dengan cara membuatkan dia paket-paket kecil makanan ringan yang kira-kira disukai teman-temannya dan dijual dengan harga yang sangat terjangkau oleh mereka.  Tapi tiba-tiba saya ingat, jika saya mengajari anak saya berbisnis, bagaimana saya bisa mengajarkan dia untuk sharing? Untuk ikhlas memberi? Padahal menderma itu lebih penting lagi!  Duh pusing..Kalau dia besar dengan prinsip bisnis, saya khawatir dia tumbuh menjadi seorang yang kikir.  Apa-apa yang dilakukan harus dengan imbalan. Itu kan konsep yang tidak benar. Bagaimana nanti dengan nuraninya? Keharusan kita untuk berbagi dia tidak kenal.  Duh jangan sampai deh seperti itu. 

Andaikan saya bisa sharing permasalahan ini dengan seorang partner hidup, mungkin saya akan mendapatkan masukan-masukan dan bantuan dalam mengatasi dilema ini.  Rasanya mumet jika harus memikirkan masalah parenting seperti ini sendirian.  Saya tahu saya bisa..tapi dibutuhkan ekstra kerja keras dan berpikir dua kali lipat untuk sebuah permasalahan yang menyangkut masa depan anak.

Yah semoga saja, Allah memberi saya hidayah yang tak pernah terputus untuk mengatasi berbagai macam keadaan dan persoalan.  Mungkin esok saya akan memberi pengertian padanya, bahwa ada saatnya dia harus mencari uang, tapi untuk sekarang dia belum perlu melakukan itu.  Dan saya harus mensupport dia dengan cara lain.  Sulit untuk mendisiplinkan anak supaya tidak jajan, tapi saya yakin lunchbox akan mengurangi keinginan dia untuk mengkonsumsi makanan diluar.  Saya harus commited dalam mendisiplinkan Darren, saya harus bisa dan saya yakin bisa! Bismillah..

Saturday, September 1, 2012

Agar Si Kecil Disiplin Mengerjakan Tugasnya

KOMPAS.com - Si kakak tiba-tiba tergesa-gesa di pagi hari, baru ingat kalau belum mengerjakan PR atau tugas sekolahnya. Sambil sarapan, orangtua pun sibuk membantunya mengerjakan tugas. Kebiasaan seperti ini jelas tidak baik dan semestinya bisa diubah agar tak lagi ada "huru-hara" di pagi hari jelang berangkat sekolah.

Psikolog dari Lentera Insan, Depok, Maghfiroh, SPsi memberikan tiga saran berikut ini untuk para orangtua, dalam membangun kebiasaan baik anak terkait tugas sekolah.

1. Biasakan anak mengerjakan PR atau tugas di hari yang sama sepulang sekolah. Meski tugas atau PR-nya dikumpulkan seminggu lagi, sebaiknya langsung diselesaikan hari itu juga. Mengerjakan PR atau tugas malam sebelum dikumpulkan keesokan harinya sangat berpotensi lupa dan membuat kehebohan di pagi hari.

2. Sediakan whiteboard yang bisa diisi anak, apa saja tugasnya. Tandai mana yang sudah dikerjakan dan mana yang belum, sehingga tidak ada yang terlupa.

3. Kalau orangtua bekerja, setiap siang hari pulang sekolah, teleponlah ke rumah apakah si kakak punya tugas atau PR yang harus dikerjakan. Tanyakan, apakah butuh peralatan tambahan semisal kertas karton atau spidol khusus? Jika PR-nya memerlukan alat-alat tambahan, ibu-ayah bisa membelikannya sepulang kantor. Lalu, sesampainya ayah-ibu di rumah, cek kembali apakah tugas atau PR anak sudah dikerjakan? Yang penting, bangunlah kebiasaan untuk mengerjakan tugas secara disiplin di hari yang sama, bukan keesokan harinya menjelang berangkat sekolah.

Sunday, August 12, 2012

Agar Anak Tidak Manja


 
KOMPAS.com - Orang tua selalu ingin melindungi anaknya dari segala kesedihan dan hal yang tak menyenangkan lainnya. Kasih sayang juga mendorong orang tua selalu ingin memenuhi segala keinginan anaknya. Tapi bagaimana, kalau semua itu menjadikan sang anak manja? Nah, agar tak terjebak dalam pola ddik yang tanpa kita sadari justru membuat anak menjadi manja, berikut hal yang perlu diperhatikan orang tua. 


1. Biarkan ia gagal
Mengapa? Karena kegagalan adalah alat pengajaran yang kuat. Saat anak mencoba menyusun lego atau mengunting gambar biarkan ia melakukan kesalahan. Atau saat perlombaan biarkan ia berusaha tanpa bantuan. Biarkan anak melakukan kesalahan dalam mencoba. Gagal bukan hal yang buruk, itu hanya bagian dari proses.

2. Ajarkan mereka menangani kekecewaan
Kita ingin anak-anak kita bahagia, kegagalan dan kekecewaan adalah perasaan yang tidak menyenangkan. Sebagai orang tua sudah menjadi insting Anda untuk melindungi anak-anak dari kekecewaan. Tapi dalam hidup hal tersebut nantinya tak tak terelakkan. Melindungi anak dari perasaan sedih bukan hal buruk tapi jika ia merasa gagal meyelesaikan suatu tugas, kalah dalam pertandingan, tugas Anda untuk mengajar mereka menangani perasaannya. Menghibur dan mengatakan bahwa hal itu biasa terjadi.

3.Berhenti membuntuti mereka
Biarkan mereka bernafas! Maksudnya sesekali membiarkan mereka main keluar bersama teman-temannya di halaman atau berkunjung ke rumah temannya lepas dari Anda. Tanpa Anda ia akan terlatih untuk mengambil keputusan sendiri dan menghadapi masalahnya sendiri. Sesekali biarkan mereka membuat beberapa keputusan sendiri seperti memilih waktu belajar, memutuskan mainan yang ingin ia beli atau memilih kegiatan yang ingin dihabiskan saat akhir pekan. Pergi ke pantai, taman hiburan, berenang atau nonton di bioskop berikan kesempatan untuknya mengambil keputusan. Bagaimana mereka akan menangani keputusan yang besar jika mereka tidak bisa berlatih dari kecil?

4. Anda yang pegang kendali
Ketika Anda membawa pulang bayi yang menggemaskan dari rumah sakit, sulit untuk membayangkan bahwa sesuatu yang begitu kecil bisa jadi pengendali. Tapi itu benar dan mereka akan mengendalikan Anda dan kehidupan Anda. Merengek meminta segala hal. Andalah orang dewasa yang membuat peraturan. Anda yang mengatur budget dan menentukan barang yang bisa dimiliki atau belum pantas dimiliki anak-anak. Anda yang mengatur menu dan jam tidur. Menjadi orang tua yang penyayang bukan berarti Anda tidak bisa bersikap tegas.


Buatlah Membaca Itu Menyenangkan

KOMPAS.com - Menumbuhkan minat baca pada anak-anak dapat dimulai sejak dini. Caranya, bukan dengan menjejalinya dengan buku yang bertumpuk-tumpuk. Cobalah untuk mengenalkannya dengan aktivitas membaca. Buat suasana yang menyenangkan, sehingga ia pun akan senang menjalani aktivitas ini. 

Membaca dengan suara keras dapat menimbulkan kegembiraan, bukan hanya bagi orangtua, tetapi seluruh anggota keluarga. Ini beberapa tips yang bisa Anda terapkan:

1. Bacalah dengan sedikit "drama" dan penuh keceriaan. Gunakan suara yang berbeda untuk karakter yang berbeda dari sebuah cerita. Gunakan nama anak Anda sebagai nama salah satu karakter. Buatlah seolah-olah seperti boneka tangan dan gunakan mereka untuk memperagakan cerita-cerita yang Anda bacakan.

2. Bacalah berulang-ulang cerita yang disukai anak Anda sebanyak yang mereka inginkan. Pilih buku dari pengarang yang memang ceritanya bisa dinikmati oleh anak Anda.

3. Baca cerita dengan mengulang bagian-bagian tertentu dan merangsang anak Anda untuk turut bergabung dalam cerita tersebut.

4. Tunjukkan pada mereka kata-kata atau bagian yang tengah Anda baca. Cara ini akan membantu anak Anda terhubung dengan kata-kata yang mereka dengar dengan apa yang Anda katakan dan apa yang ada di dalam buku.

5. Baca apa saja, misalnya, cerita, puisi, buku informasi, artikel di majalah dan surat kabar, serta komik.

6. Mintalah kepada anggota keluarga atau teman-teman Anda untuk memberikan buku sebagai hadiah. 

7. Ajaklah anak Anda ke perpustakaan dan menonton CD interaktif dan internet, sesering Anda mengajaknya membaca buku.

8. Daftarkan anak Anda untuk berlangganan majalah yang sesuai. Mereka pasti akan senang saat kiriman majalah tiba!

Pada intinya, semakin Anda menikmati menularkan pengalaman dalam membaca, maka anak Anda akan lebih menikmatinya. Selamat mencoba! 
 
Sumber :
Berbagai Sumber
Editor :
Inggried Dwi Wedhaswary

Sunday, December 25, 2011

Wahai Orang Tua Jagalah Ucapan Anda

Wahai orang tua, berhati-hatilah dengan ucapanmu! karena ucapan yang keluar dari mulutmu adalah doa bagi anakmu!  Jadilah orang tua yang bijak..karena, biar bagaimanapun anak Anda memiliki perasaan yang sama seperti Anda.  Jangan sakiti ia dengan kemarahanmu apalagi dengan ucapan-ucapan burukmu.  Jika ia menderita dikarenakan doa Anda, maka Anda sendirilah yang akan menyesalinya! sangat-sangat menyesalinya!

Anda memang orang tua anak-anak Anda, namun anak-anak lahir ke dunia memiliki hak juga untuk dicintai, dan diterima tanpa syarat oleh kita.  Ia berhak dihargai dan juga dihormati keinginan-keinginannya, karena sebagai orang tua Andalah yang membentuknya.  Anda wajib mengajarinya hal-hal yang benar, namun ketika dia dewasa hargailah keinginan dan pendapatnya sendiri, karena percuma untuk membentuknya karena ia sadar dan sudah tahu hak-hak pribadinya.  Jangan pernah mengekang kehendak pribadinya bila itu adalah hal yang benar.  Anda hanya berhak mengingatkannya saja, tapi mengenai keputusan dialah penentunya.

Apabila ia sudah menentukan nasibnya sendiri dan mungkin agak bertentangan dengan keinginan Anda, hormati dia.  Jangan pernah mengancam atau benar-benar memutuskan hubungan Anda dengan anak Anda karena berbeda pendapat, dan ego.  Hidup ini adalah saling menghormati, bukan menguasai.  Anda memang orang tuanya, namun sebagai orang tua belum tentu kita dewasa, dan belum tentu juga Andalah yang BENAR!  Semakin Anda keras terhadap mereka, semakin Anda kehingan respek mereka terhadap Anda orang tuanya.  Orang tua itu ibarat busur panah, sementara anak kita adalah panahnya. 
Ini pelajaran berharga untukku sebagai orang tua, dan apa yang kutulis ini adalah hasil pengamatan pribadiku melalui banyak kasus.  Semoga bermanfaat.  Assalamu'alaikum..

Thursday, October 27, 2011

A Virtous Children

The Messenger of Allah (sal allahu alayhi wa sallam) said,

"There are seven [kinds of people] whom Allah will shade in His Shade on the Day when there is no shade except His Shade: [one of them is] a child who grew up in the worship and remembrance of Allah..." [Bukhari & Muslim]

Sunday, October 16, 2011

Don't Press Your Child To Be What You Want Em To Be

Kemarin rapat orang tua murid disekolah, sang kepala sekolah membahas sambil sedikit ngomel2 kepada kami para orang tua murid. Pasalnya, beliau sering mendapat keluhan dari para orang tua murid yang menanyakan mengenai mengapa sekolah kami belum juga mengajarkan calistung singkatan dari baca, tulis dan hitung?

Beginilah alasan kepala sekolah kami dalam menjawab pertanyaan tersebut. Bahwa sesungguhnya anak usia Tk belum boleh diajarkan calistung dikarenakan harus belajar penggunaan syaraf motoriknya terlebih dahulu, yakni ketika sang anak mulai belajar menggerakkan tangannya terlebih dahulu dgn baik. Makanya pelajaran bagi anak seusia ini, hanya diajarkan menyanyi, mewarnai, menulis huruf dan angka, dan yang terpenting lagi adalah penanaman serta pengenalan dasar nilai-nilai moral yang baik.

Itu sebabnya mereka diajarkan utk bersopan santun, disiplin kebersihan, pengetahuan kesehatan dan lain sebagainya. Kita para orangtua, biasanya memang sok tahu, kita menuntut anak kita utk menjadi cerdas secara instan dengan cara memaksakan anak untuk "bisa" dalam waktu sehari dua hari, padahal mereka itu punya proses pertumbuhannya sendiri.

Seperti contoh kasus calistung ini, anak-anak seperti dikejar target untuk bisa membaca, menulis dan berhitung langsung! Padahal tidak seperti itu prosesnya. Calistung itu akan dikenalkan dan diajarkan pada saat mereka masuk Sekolah Dasar. Jadi bukan tugas guru Tk untuk mengajarkan anak-anak usia ini dengan calistung.

Ada sebuah contoh seorang ibu yg mengharuskan anaknya masuk kesekolah paling bagus yang biaya masuknya tergolong mahal dengan alasan karena disekolah tersebut bilingual alias menggunakan dua bahasa yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Dan yang lebih mengherankan lagi, anaknya ini seusia dengan anakku yg tadinya sekolah menempatkan anaknya tersebut di kelas tk B1 sama seperti Darren anakku. Tapi ibu ini ngotot sekali anaknya ditempatkan di TkA? Loh kok? Well alasannya dia ingin anaknya belajar dari awal? Duuh..kenapa sih kok sampai segitunya memaksakan anak untuk menjadi the best? Padahal ya bloggers, kalo aku liat anaknya kasihan sekali lho, masalahnya ketika anak2 seusianya sedang asyik-asyiknya bermain, si anak ini justru sedang tepar tertidur lelah! Ckckck..huff kasihan aku melihatnya.

Siapa sih orang tua yang tidak bangga kalo anaknya menjadi yang terbaik? Aku juga mau! Tapi sebagai orang tua, sebaiknya kita ingat, bahwa anak itu bukan kita! Anak itu masih terlalu muda untuk dijejali dengan keharusan-keharusan kita. Menurutku untuk menciptakan anak yg hebat itu, adalah bagaimana membuat sebuah keseimbangan antara Iq dan Eqnya. Bagiku memilih sekolah mahal juga belum tentu anak kita berkualitas jika mereka tidak diajarkan norma-norma serta etika yang baik dimasyarakat.

Kualitas lebih penting dibandingkan kuantitas! Jadi, mau pilih yang mana?

Monday, October 10, 2011

Keinginan Anak

Ada 11 Keinginan Tak Terucap Dari Anak :

1. Cintailah aku sepenuh hatimu
2. Aku ingin jadi diri sendiri, maka hargailah aku..
3. Cobalah mengerti aku dan cara belajarku..
4. Jangan marahi aku di depan orang banyak..
5. Jangan bandingkan aku dengan kakak dan adikku..
6. Bapak Ibu lupa, aku adalah fotocopymu..
7. Kian hari umurku kian bertambah, maka jangan selalu anggap aku sbg anak kecil..
8. Biarkan aku mencoba, lalu beritahu bila aku salah..
9. Jangan membuat aku bingung, maka tegaslah padaku..
10. Jangan ungkit2 kesalahanku
11. Aku adalah LADANG PAHALA BAGIMU..
Semoga bermanfaat yaa..({})

Saturday, June 11, 2011

Top 25 Creative Moms

Where do you go when you need fresh ideas for keeping your kids happy and occupied when it's raining? Or when you're looking for clever ways to decorate a nusery on a tight budget? The blogosphere overflows with inspiration for infusing your home and your family's days with creativity.
To help our readers tap this incredible well of mom-curated art, craft, design, decor, and photography, we asked our members to share and then vote for the Top 25 Creative Mom blogs, and we're pleased to share the results.
Enjoy!
  1. Mommy Coddle by Molly
  2. InkStitch by Denice
  3. Sweet Peas and Stilettos by Alisa
  4. Maya Made by Maya
  5. Paint Cut Paste by Jen
  6. Flax and Twine by Anne
  7. Pink and Green Mama by MaryLea
  8. No Monsters in My Bed by Darcy
  9. Get Your Mess On! by Kami
  10. Mama Moderne by Ana
  11. Scissors Paper Rock by Claire
  12. Irresistible Ideas for Play Based Learning by Sherry
  13. Tinker Lab by Rachelle
  14. The Book Mama by Lisa
  15. Annalea Hart by Annalea
  16. Blessed Little Nest by Heather
  17. The Crafty Nest by Vanessa
  18. Soulemama by Amanda
  19. Pencil Shavings by Rachel
  20. Mumma Made it by Karina
  21. Littlest Birds Studio by Megan
  22. Tied with a Bouw by Sonja
  23. Journey Mama by Rae
  24. A Day in the Life of My Little Brood by Sarah
  25. Secret Agent Josephine by Brenda
Ini semua adalah pekerjaan rumahku untuk mengecek blog-blog ini satu persatu!  Interesting..:) http://www.circleofmoms.com/article/Top25CreativeMoms-00168?trk=related_article_graphic_title

Wednesday, May 25, 2011

Spring Garden Experiments For Children


Spring Garden Experiments for Children Berikut adalah kegiatan yang menarik untuk mengajarkan anak hobby yang baik dan bermanfaat.  Kegiatan ini sih sudah aku ajarkan kepada putraku sejak dia berumur 3 tahun.  Dan sekarang masih suka membantuku di kebun:)

Tuesday, May 17, 2011

Child Raising

 Your children are not your children
They are the sons and daughters of life's longing for itself
They come through you but not from you
And though they are with you yet they belong not to you.

You may give them your love but not your thoughts,
for they have their own thoughts.
You may house their bodies but not their souls, 
for their souls dwell in the house of tomorrow,
which you cannot visit, not even in your dreams.

You may strive to be like them, but seek not to make them like you.
For life goes not backward nor tarries with yesterday.
You are the bows from which your children as living arrows are sent forth.

The archer sees the mark upon the path of the infinite, 
and he bends you with his might that his arrows may go swift and far.
Let your bending in the archer's hand be for gladness;
for even as He loves the arrow that flies,
So He loves also the bow that is stable.


From: "The Prophet"
By: Kahlil Gibran













Thursday, May 12, 2011

Teaching Boys Respect for Women

Ini ada artikel yang cukup inspiring untukku yang punya anak laki-laki.  Aku perhatikan anakku Darren sudah mulai kritis lho.  Aku terkadang tidak suka dengan cara berbicaranya yang suka ceplas ceplos seenaknya.  Aku sadar ini tidak baik.  Untuk hal-hal tertentu tingkat kesopanan sudah baik.  Seperti mengucapkan terima kasih, minta izin.  Tetapi, ada saat-saat dia suka berbicara kasar dengan pembantu kami.  Aku sungguh tidak mengerti darimana dia bisa berbicara seperti itu.  Dirumah aku atau keluarga yang lain tidak pernah berbicara kasar terhadap siapapun termasuk dengan pembantu.  Setelah aku pikir-pikir ini pasti karena sering melihat sinetron di televisi.  Artikel ini sedikit memberi inspirasi untukku.  

Caraku mengatasi sikap Darren ini biasanya, aku menyuruh dia meminta maaf dengan orang yang bersangkutan.  Kemudian aku mengatakan padanya untuk berbicara dengan sopan.  Aku memberi contoh untuk menggunakan kalimat yang baik apabila ia ingin meminta bantuan pembantu kami.  Aku paling tidak suka jika dia bermain dengan anak-anak dari lingkungan tetangga bawah sana.  Sebab anak-anak itu selalu berbicara dengan nada yang kasar, berisik dan nakal.  

Tapi sebuah dilema juga bagiku jika melihat anakku sedih tidak boleh bermain.  Tapi jika dibiarkan anak-anak itu akan membawa pengaruh yang kurang baik untukknya.  Ya sudah akhirnya aku harus sering-sering mengingatkan padanya supaya bersikap baik dan sopan.  Fuuhh..sebenarnya ini tantangan berat buatku dalam membesarkan Darren.  Berulang kali aku mengingatkan diriku sendiri untuk selalu fokus pada pendidikannya.  At least akulah contoh yang bisa dia lihat didepan mata.  Jadi aku mengusahakan diriku sebagai panutan yang baik dimatanya.  

Friday, May 6, 2011

Membiasakan Anak Membaca Doa Sebelum Tidur

Aku sudah memulai mengajarkan anakku kebiasaan-kebiasaan atau ritual sebelum tidur, seperti menggosok gigi, mengenakan piyama tidur, serta membaca doa sebelum tidur.  Terutama aku membiasakan anakku untuk membaca doa. Dulu aku memberi contoh dengan diriku sendiri membaca Al-Fatihah dengan lembut sebelum aku memejamkan mataku.  Tapi sekarang aku mengawali ritual sebelum tidur dengan mengajak anakku  berbincang-bincang tentang benda atau hal apa saja yang menjadi keinginannya.  

Ketika dia menyebutkan berbagai macam hal yang ada di angan-angannya, kemudian aku membimbingnya untuk berbisik sambil memohonkan semua keinginan-keinginannya itu pada Allah sambil menjelaskan padanya bahwa Allah akan memberi apa saja yang dia inginkan jika dia meminta padaNya.

Darren tersenyum penuh harap, dia berkata padaku ingin punya mainan bumblebee, ingin punya ps3, semua dia sebutkan termasuk ingin punya adik huaa. Lalu diam-diam aku mendengar dia berbisik seperti ini, "Ya Allah..darren pingin bumblebee, pingin punya ps3, sama pingin punya adik baru, amiin.." hihihi..

Setelah berdoa, aku cium pipinya dan dia memejamkan matanya dengan peaceful.  Aku bisikkan ditelinganya, "mama sayang darren, jadilah anak yang sholeh, pintar, dan baik hati ya.." Dia menjawabnya dengan anggukan kecil sambil mengatakan, "love u maa..gudnet" (dia bilang goodnight dengan logat net..:))