Showing posts with label missing you. Show all posts
Showing posts with label missing you. Show all posts

Monday, July 23, 2012

To The One I Loved..

Je voulais que tu saches 
que tu es toujours dans mon ceour 
-P.S-

Saturday, October 29, 2011

That One Last Moment..

The one moment that i always remember..it's our last hugs..

Sunday, October 16, 2011

Cinta Pertama

Entah mengapa malam ini, aku teringat kembali memori lamaku mengenai seseorang yang pernah kucintai. Cinta pertamaku.

Namanya Riza I. Peranakan asli Aceh dan Palembang. Sosok tinggi 180 cm dgn berat 80 kg, masih masuk kategori proporsional menurutku. Berkulit putih, dengan potongan rambut cepak seperti TNI. Ya maklum, ayahnya adalah seorang petinggi kepolisian Nangroe Aceh Darrusalam. Teman-teman menyebutku beruntung memiliki pacar seganteng dia, adeeuuh..:) Suatu ketika, salah seorang teman wanitaku mengomentari pacar baruku ketika aku mengenalkannya pada teman-teman, "itu cowoklu gi? Hmm..boleh juga, pintar juga bisa dapet cowok ganteng!" Heuuh..dasar teman-teman, yang dinilai pasti fisiknya duluan.

Kami berkenalan di kampus kami STIE Perbanas Jakarta. Rupanya, kami sering mengambil kelas yang sama dan sering bertemu dikelas-kelas yang lain. Awal perkenalan kami adalah ketika dia terpilih sebagai ketua kelas di kelasku. Saat deadline pengumpulan tugas yang akan diserahkan kepada dosen, aku memintanya untuk menyertakan tugasku yang akan dibawanya ke kantor dosen kami yang tidak aku ketahui alamatnya. Untung Riza adalah cowok yang baik, dia tidak keberatan sama sekali membawakan tugasku ke kantor dosen kami. Dari situlah awalnya kami bertukar nomor telepon. Kami sering bertemu dan saling sapa dikelas. Terkadang kami juga belajar bersama diperpustakaan dengan seorang teman kami yang bernama Agung (mak comblang kami). 

Suatu hari Agung melemparkan ide untuk menonton bioskop bertiga dicikini, kami pun sepakat akan pergi dan bertemu disana pada hari sabtu. Akan tetapi pada hari H-nya tiba, Riza menelponku dan memberi kabar bahwa Agung tidak jadi nonton bareng dengan kami. Karena suara ku terdengar kecewa, Riza tetap mengajakku untuk pergi nonton berdua saja. Dengan nada menantang, "Berani tidak nonton berduaan sama aku saja?" Begitulah ajakannya. Merasa tertantang, aku pun menerima tawarannya dan pergi nonton dengannya. Saat itulah awal kencan kami, aku ingat menjelang kencan, aku harus bolak-balik di depan kaca gonta-ganti baju berusaha untuk tampil sweet di kencan pertama kami:). Ketika dia datang menjemput, dia juga berpenampilan keren hari itu. Kemeja kotak2putih abu-abu plus celana jeans biru belel dan jaket motornya warna putih, waah.. Pulang dari kencan itulah dia menyatakan keinginannya untuk menjadikan aku kekasihnya. Dan akhirnya jadilah kita berpacaran.

Saat-saat yang kami lewati selama pacaran terasa manis. Kami selalu mengambil kelas yang sama, yaa meskipun tidak 100persen kelas kami sama, tapi kemana-mana kami selalu berdua. Tiap hari dia menjemputku dengan sepeda motor merah kebanggaannya yang diberi nama menor oleh pemiliknya itu. Dia juga senang mengantarku pulang kerumahku yang di Bintaro setiap hari sabtu dan menghabiskan waktunya dirumahku hingga minggu sore untuk kembali ke Tebet.  Teman-temanku dan teman-temannya semua mendukung kami.  Yang lucu, kalau aku sedang menunggunya atau lewat di depan kelasnya, teman-teman prianya selalu meledekku, "Gi nih ongol-ongol" hahaha..dia dipanggil ongol-ongol oleh teman-temannya karena dia begitu kenyul-kenyul seperti kue ongol-ongol.  Aku ingat saat pertama kali jadian, dia dengan bangganya mengenalkan aku pada teman-teman perempuannya dikampus. "Riza! mana Ginggi?" kemudian dia menggandeng tanganku dan memperkenalkanku kepada mereka, "nih Ginggi", ouh..betapa malunya aku, tapi senang juga.

Orang tuaku sayang sekali padanya karena dia memperlakukan aku dengan baik, dan penuh kasih sayang. Bagiku dia seperti seorang kakak yang penuh perlindungan, humoris, tanggung jawab, baik hati, dan penuh perhatian. Sikapnya yang care dan dewasa membuatku respek padanya. Pernah suatu ketika, ia membuka dompetku yang hanya berisi uang rp.5000 saja. Dia terkejut dan mengatakan padaku, "ya ampun gi! Kamu cuma pegang 5000?!". Aku hanya diam sambil tersenyum malu dan mengangkat bahu. Tiba-tiba dia mengeluarkan uang rp 10000 dari dalam dompetnya dan memasukkannya ke dalam dompetku sambil berkata, "bagaimana jika ada apa-apa dijalan dan kamu tidak bawa uang?" Disitulah momen dia mendapatkan respek dariku. Dia jugalah seorang yang mengajari aku untuk berani mengungkapkan amarahku padanya. 

Waktu itu ada sebuah kejadian dimana aku kesal dengannya, kami berpisah di mall saat amarah memuncak. Dia datang kerumah dimalam hari untuk menyelesaikan masalah kami. Berhubung saat dia datang wajahku masih masam, dan sikapku yang bungkam akhirnya dia duduk disebelahku sambil menulis sebuah surat dikertas. Surat itu ia tulis dihadapanku hingga selesai, kemudian menandatanganinya serta memberinya padaku untuk dibaca saat itu juga:). Inti suratnya mengatakan betapa dia sayang padaku, dan menasihatiku untuk berani mengungkapkan perasaan serta kekesalanku padanya. Dia juga berkata ia lebih suka diberitahu dimana letak kesalahannya. Luluhlah hatiku bloggers..inilah contoh pria yang aku inginkan. Sosok pria yang berani meluruskan wanitanya.

Dua tahun kami bersama dalam suka dan duka. Bagiku, itu adalah kenangan termanisku dengan Riza. Namun sayang, kami memang tidak berjodoh bloggers. Suatu hari Riza memberitahuku bahwa dia telah dijodohkan oleh kedua orang tuanya dan harus kembali ke Aceh untuk bertunangan. Hatiku hancur saat mendengarnya, kami berdua menangis berduka. Ada rasa tak percaya dihati, bahwa di jaman modern seperti ini masih ada perjodohan sanak family.

Lama tak bersua, aku menerima email darinya yang mengatakan bahwa dia dalam proses perceraian dengan istrinya, ia mengungkapkan beberapa alasan mengapa ia tidak dapat mempertahankan mahligai rumah tangganya dengan istri yang dijodohkan oleh orang tuanya tersebut. Namun sayang seribu sayang dia datang terlambat. Pada saat email itu sampai padaku, aku tengah mempersiapkan pernikahanku dengan papanya Darren. Email itu tak terbalas olehku, melainkan ibuku yang memberinya kabar mengenai pernikahanku. Padahal dia sempat ingin mampir ke rumah kami di Bandung, ketika dia sedang dinas disini.  Setelah pernikahanku, tak ada lagi kabar darinya. Yang kutahu saat ini, dia sudah menikah lagi dan bahagia.

Tuesday, September 20, 2011

Missing You So Much..

Aku rindu sekali..
Rindu pada si dia yang aku cinta..
Kangen pada suaranya, 
Kangen pada senyumnya,
Kangen pada ciumannya..

Semuanya..
Rindu pada semua yang ada padanya..
Ingin sekali rasanya memeluknya..
Ingin sekali aku menciumnya,
Ingin sekali bercinta dengannya lagi..

Ingin menikmati indahnya kebersamaan kami..
Menikmati kelembutan kami..
Kemesraan kami lagi..
Ingin sekali menjadi miliknya seutuhnya..

Aku tetap menunggumu..sayangku..
Datanglah padaku..

Thursday, February 3, 2011

To Switzerland With love..

Aku rindu pada Anda tuan, seorang yang berada nun jauh di sana...  Aku bermimpi tentangmu semalam.  Bagaimana dengan kabarmu tuan?  Mengapa ku lihat kesedihan ada di matamu?

Dulu, Anda telah berjanji padaku bahwa Anda akan datang..tapi itu adalah janji yang tidak pernah Anda tepati.  Sudah lama aku berhasil melepas Anda pergi dan melupakan semuanya tentang diri Anda, tetapi tiba-tiba Anda hadir kembali di dalam mimpiku.  Dan malam ini, Anda telah berada di dalam pikiranku.  Aku mencoba untuk melihat Anda kembali, dan aku melihat foto wajah Anda yang terlihat sedih.  Mengapa?

Hidup tidak dapat dimengerti, ku kira ketika seseorang telah keluar dari kehidupan mu, kamu tidak akan lagi pernah mengingatnya.  Pada kenyataannya, suatu hari nanti, kamu akan kembali mengingat seseorang yang  pernah kamu kenal di waktu lampau.  Atau mungkin, ini terjadi hanya karena kekosongan yang ada di hatimu. Lalu kamu terkenang kembali  kepada orang-orang yang pernah hadir mengisi kehidupan mu, meskipun itu hanya sebentar saja.

Seandainya aku mampu, aku ingin sekali terbang ke tempatmu,  tempat dimana surga dunia itu berada.  Ya disanalah Anda tinggal, tuan.. di negeri yang dikelilingi pegunungan.  Jika aku ada disana, apakah Anda akan mengenali ku?  Aku berharap Anda baik-baik saja,  kepada si tuan seorang yang di dalam matanya penuh dengan kesedihan.

Wishing you well Christopher Power..

Thursday, January 13, 2011

Could This Be Love..


   Could this be love..? 
Staring through the windows of time
Drying off the last year of our bind
Was it real or just a mirage
Love has its way of making you blind
I stared deep into your heart and your soul
And I feel what any woman would want
Why did I run? Why did I hide?
Because the memories bleed on and on

Time goes on and the feelings stay strong
Memories laugh and play with my heart
like thunder in a rainstorm

Tell me is this real or just a mirage
I ask myself...

Could this be love
Or just a memory
Of the two of us together
Lifetime friends forever
You and me a unity
Of friendship and love

As we moved our separate ways that day
Tears ran down my face
and I asked myself

Was I just too weak to face the truth
That love is what I have for you
You`re someone special deep down inside
Your love is true, why did I hide?
Why did I run? Why did I hide?
Because the memories bleed on and on

Time goes on and the feeling stays strong
This word called love- are you the one? That I want
Tell me is this real or just a mirage
I ask myself
Could this be love
Or just a memory
Of the two of us together
Lifetime friends forever
You and me a unity
Of friendship and love

Monday, December 7, 2009