Thursday, May 31, 2012

Anakku Yang Baik Hati..

Bahagia itu adalah ketika melihat anakku dengan senang hati dan tanpa diminta mau membantuku merapikan kamarku dan kamarnya supaya tidak berantakan.  Cukup dengan mengatakan padanya, 'Darren sayang, tolong bantu mama supaya kamar kita tidak berantakan ya!'  Tiba-tiba dia langsung berinisiatif sambil sedikit 'mumbling' dia bergerak membereskan tempat tidurku yang besar, dia rapikan sprei dan selimutnya kemudian, dilanjut dengan menyapu kamar kami dan membereskan meja riasku dari sampah kecil yang ada disana.  

Kemudian setelah kamarku rapi dan tertata dengan baik, dia langsung membereskan kamarnya sendiri.  Dengan bangganya dia mengumumkan padaku, "Tuh mah, darren sudah merapikan kamar mama dan kamar darren!  coba lihat deh mah.." Aku tersenyum bahagia dan merasa bangga sekali dengannya.  Anakku yang manis.  Alhamdulillah, dia adalah anak yang baik hati meski kadang juga suka menguji kesabaranku:) 

Aku tidak tahu Bloggers akan bagaimana hidupku tanpa dia, satu-satunya penyemangat hidupku.  Ia adalah sumber inspirasiku, kebanggaanku, dan juga teman terbaikku yang lucu.  Yang selalu membuatku marah dan juga tertawa dengan tingkah laku konyolnya, yang sepi tanpa suara lucunya, dan seorang anak bahagia yang membuatku merasa 'hidup'.

Aku dan anakku..together forever..love you bobo..mmuah..sleep tight sweetheart.  Mama mengucapkan terima kasih untuk segalanya. 

Every Beautiful Flower

Every beautiful flower in bloom was once a tiny, lonely seed. The seed cannot bloom into a flower, though, unless it has been well-nourished, cared for, and appreciated. Appreciate yourself even if you feel like a small, insignificant seed because that’s the only way you can blossom. ♥
-Jordan :)

Wednesday, May 30, 2012

The Power Of Love..


Ritha's Cute Baby Boy..

Bahagia itu, adalah mendapatkan senyuman dari si kecil Arrey ini..Senangnyaa bertemu lagi dengan baby favoritku ini:)

Lihat deh senyum acaynya..cute bangett!  Kamu ganteng deh sayang..ahh..masih kecil sudah genit ya senyum-senyum padaku;)
Semakin ingin memberi ketika kita justru sedang kekurangan. -P.S-

Tuesday, May 29, 2012

Allah itu Maha Pencemburu yaa.. sampai-sampai aku masih belum juga dikasih pasangan..hehehe..

Mertua Oh Mertua..

Kali ini aku akan membahas tentang 'mertua' Bloggers.  Karena ini berdasarkan cerita kehidupan kita sehari-hari yang aku dengar dari teman-temanku yang menikah.  Berhubung aku ini adalah tempat curhat teman-teman disekitarku, jadi aku rasa ini adalah sebuah bahan pembelajaran yang baik bagiku.

Membicarakan soal mertua itu memang tidak akan pernah ada habisnya ya..banyak contoh di luar sana menantu yang tidak cocok dengan ibu dari suami/istri mereka.  Bukan apa-apa masalahnya yang namanya mertua itu, biasanya kebanyakan egois.  Masih menganggap anak mereka itu adalah anak kecil yang harus diatur-atur dan terkadang suka over jealous terhadap menantunya, khususnya menantu wanita.  Terutama ibu mertua, yang namanya seorang ibu terkadang mereka suka sinis dan menyebalkan dimata menantunya.  Ya cara dia berbicara yang terlalu frontal dengan kritikan-kritikan, egois, sampai ikut campur dalam kehidupan rumah tangga sang anak.

Sikap yang seperti itu selalu menjadi sumber konflik dalam sebuah rumah tangga.  Lalu bagaimana ya cara yang lebih baik supaya kita bisa berdamai dengan mertua kita? 

-Menurutku sih cara yang terbaik itu adalah sikap saling memahami, respek dan hormat menghormati antara mertua dan menantu.  Sebagai seorang menantu, ya sebaiknya dari awal pacaran kita berusaha menghormati orang tua pasangan kita dan menganggap bahwa mereka itu adalah orang tua kita juga. 

-Cara paling simpati adalah dengan berbuat baik, dan benar-benar tulus terhadap mereka, khususnya terhadap ibu mertua.  Cobalah berusaha memahami dan mencari tahu kira-kira apa yang membuatnya puas dan senang, apa yang dikehendaki oleh ibu mertua dari kita sebagai istri dari anaknya.  

-Jadilah simpatik dimata mereka dan jangan berlebihan karena mereka bukan anak kecil yang tidak tahu artinya ketulusan. 

-Jika sudah menikah, jaga komunikasi yang baik dengan mertua.  Jangan sampai terlihat cuek, tidak pedulian, atau egois.  Mentang-mentang kita sudah memiliki keluarga sendiri, bukan berarti kita seratus persen tidak lagi mau berurusan dengan mertua.  Misalkan, bila sang suami masih menyisihkan pendapatannya untuk kedua orang tuanya, ya sebagai istri kita harus mendukung sikapnya. Yang penting komunikasikan bagaimana cara dia agar adil terhadap kebutuhan rumah tangganya dan kewajiban dia sebagai seorang anak.  Jadi sebagai istri ya sebaiknya tidak boleh bersikap egois juga mau menguasai keuangan suami seratus persen tanpa mempertimbangkan hal ini.  Kan ada ya istri yang kurang ridha jika suaminya menyisihkan sebagian uangnya untuk kedua orang tuanya dan pada akhirnya jadi menimbulkan pertikaian.  Jangan dong..biar bagaimanapun seorang anak itu wajib menyantuni orang tuanya, jadi hargai kebaikan hati suami kita itu.  

- Sebagai seorang suami pun, ya harus ingat juga sih seberapapun kasih dia terhadap ibunya, tapi rumah tangganya juga lebih penting dari apapun.  Jadi harusnya ya sewajarnya sajalah dan bersikaplah bijak sebagai penghubung antara orang tua dan istri.  Suami juga sebaiknya memikirkan perasaan istri juga.  Jika ibunya sudah mulai cerewet terhadap istri sebelumnya suami harus mengingatkan istri untuk bersabar dan mengajari cara yang paling simpatik untuk mengambil hati ibunya.  Jangan berpihak pada salah satunya atau berat sebelah, tidak benar itu.  Bijaksanalah wahai para suami.  Sama juga dengan suami terhadap mertua istri, bersabarlah, berbesar hatilah, sayangilah mereka seperti mereka itu juga orang tua kita.

Nah ini pelajaran untukku juga nantinya sebagai calon mertua Bloggers.  Berhubung aku punya seorang anak laki-laki, mulai sekarang aku harus mengingatkan diriku untuk menjadi seorang ibu yang baik untuk menantuku juga kelak.  Jika dilihat dari kacamata seorang mertua, misalkan aku ini adalah calon mertua dari pacar anakku, aku akan melihat karakter si wanita pujaan hati anakku ini.  Apakah dia adalah seorang gadis yang baik tingkah lakunya, cantik, bersih dan terawat, berbudi luhur, bisa masak, bisa menjadi calon pengurus rumah tangga yang baik atau tidak, dan yang paling penting sekali adalah apakah dia ini sayang padaku dengan tulus atau tidak?;) Nah itu yang dilihat dari seorang mertua.  

Makanya jika masih pacaran itu, sebaiknya jadilah diri sendiri saja dihadapan camer, jangan fake karena mereka bisa lihat sikap kita itu tulus atau hanya topeng belaka.  Makanya biasanya kalo ibu mertua tidak suka dengan kita dari awal, sikapnya pasti akan sinis dan dijamin kehidupan kita kelak akan seperti neraka berdampingan dengan mertua yang tidak suka pada kita.

- Pelajaran lain kita sebagai orang tua, ya sebaiknya jadilah orangtua yang bijaksana terhadap menantu, dengan cara mendukung hal-hal baik yang dia lakukan untuk anak kita.  Sayangi dia juga sama seperti rasa sayang kita terhadap anak sendiri, karena biar bagaimanapun anak kita mencintai dia dan telah memilih dia sebagai pendamping hidup, otomatis menantu adalah anak kita juga. 

- Jaga perasaan menantu, jangan sampai kata-kata yang keluar dari mulut kita dapat menyakiti perasaannya, dia itu bukan anak kandung kita lho..Jadi meskipun dia juga anak, tapi tidak sama dengan anak kandung yang ikatan darahnya kuat, yang cinta kasihnya ke kita adalah unconditional.  Beda dengan menantu kita. Hormati kehidupan rumah tangga anak kita, jangan campuri kehidupan mereka atau sok mengatur kehidupan seperti apa yang kita inginkan.  Karena anak itu sudah dewasa dan sudah mampu membuat serta mengatur kehidupannya sendiri, jadi hargailah.  Sebagai orang tua peran kita hanya sebagai penasihat bukan diktator lagi seperti dulu ketika dia masih kecil. 

- Jadi tetap dukung anak kita dari belakang, tapi soal keputusan itu biarlah mereka yang menjalani.

Aku sendiri selama 4 tahun pernikahan, alhamdulillah belum pernah berurusan dengan yang namanya ibu mertua.  Karena beliau itu tinggal jauh di luar sana.  Jadi yang namanya komunikasi dengan beliau paling hanya bisa lewat telepon dan itu pun, hanya kenal kulit luarnya saja.  Aku tidak tahu pasti apakah dia benar-benar sayang padaku seperti anaknya sendiri atau dibelakang dia sibuk mencerca aku sebagai menantu, padahal anaknya yang memang tidak baik terhadapku hehehe..Tapi seperti yang kutahu, ibu mertuaku dulu baik terhadapku.  Dan aku juga menghormati dia seperti ibuku sendiri.  Seperti yang pernah aku contohkan mengenai bagaimana seorang suami menyisihkan pendapatannya untuk orang tuanya, aku contoh terdekat itu, bahwa aku ikhlas dan tidak pernah keberatan bila suamiku harus berbagi jatah dengan ibu mertua soal keuangan. Dan aku juga terpaksa mengalah ketika suamiku menempatkan aku diurutan kedua daftar asuransinya setelah ibunya :)  Yah..begitulah seorang istri harus rela dinomorduakan setelah ibunya yang penting bukan setelah WILnya lho.  

Meskipun pada akhirnya kebaikanku tak dianggap oleh suamiku itu, aku ikhlas..Karena aku pikir, ibu itu adalah orangtua yang harus dihormati. Dan aku menghargai keputusan suamiku itu dulu.  Lagi-lagi Tuhan itu Maha Adil, aku diperlihatkan kembali masalah rumah tangga orang lain sebagai pelajaran terbaik untukku supaya aku dapat mengambil hikmah dari permasalahan orang lain.  Alhamdulillah..

Jika aku nanti menjadi seorang menantu lagi, insyaAllah aku menjadi menantu yang baik, dan smoga saja Allah berbaik hati padaku mempertemukan aku dengan mertua yang baik pula.  Amiin..Tapi aku yakin jika kita mencintai mereka dan menghormati mereka seperti mencintai dan menghormati ayah dan ibu kita sendiri, pasti mereka juga sayang dan menghargai kita seperti anak mereka sendiri.

Ayo dong mertua dan menantu harus saling sayang menyayangi bukan sakit menyakiti.  Bisa kok..Asal ingat yaa jangan EGOIS.

To Fall In Love

Ibn-ul-Qayyim said:
"To fall in love is a disease and it’s cure is to marry with the person one is in love with.” 
(at-Tibb an-Nabawi p.250)

There is nothing like marriage that is better for the two in love. So it is better for them to get married than to fall into the sin of adultery and fornication.

True Love


"True love is not how you forgive, but how you forget, not what you see but what you feel, not how you listen but how you understand, and not how you let go but how you hold on."
~ Unknown

If You Listen To The Wind


If you listen to the wind very carefully, you'll be able to hear me whisper my love for you.”
-Andrew Davidson-

True Friends


The most beautiful discovery true friends make is that they can grow separately without growing apart. ~Elisabeth Foley

Monday, May 28, 2012

Bertemu Jodoh Di Farmville

Ini ada sebuah cerita singkat mengenai bertemu jodoh.  Setiap orang itu punya cerita lucu yang kadang aneh jalan dia bertemu dengan jodohnya atau pasangan hidupnya.  Ya kalo cerita ketemu pasangan di kampus, ditempat kerja, atau di klub dan lain sebagainya masih dibilang biasalah.   Tapi bertemu jodoh di sebuah online game seperti farmville? Nah lo..lucu juga ya..

Ya ini yang terjadi dengan temanku Bloggers..Seorang teman wanita yang selama 35 tahun dia menjomblo alias single, tiba-tiba bercerita kalo dia telah menikah dengan seorang pria bule asal Amerika yang dia kenal di farmville! hehehe..Aku terkejut juga, ya sekaligus takjub kok bisa sih, kenalan di farmville hingga berujung pernikahan? Dan ternyata, sang suami itu juga seorang petani asli yang tinggal disebuah wilayah pertanian di USA sana.  Hebat! dan sekarang, temanku itu benar-benar menjadi seorang petani bersama suaminya disana seperti yang selalu dia mainkan di Farmville.

Oya Bloggers tahu dong online game yang satu ini di Facebook?

Always Grateful

I cried because I had no shoes;
Until I saw a man who had no feet.
Old Persian Sufi proverb
Some faith lies in not getting what you thought you wanted, but getting what you have; which once you have got it, you might be smart enough to see it's what you would have wanted had you known.
Life is full of blessings. Always be grateful for what you have.
“We may experience some problems, but other people have worse problems than we have.”
Count your blessings everyday. Be sure to thank God for helping you in life.

Letting Go Takes Love


To let go does not mean to stop caring, it means I can't do it for someone else.
To let go is not to cut myself off, it's the realization I can't control another.
To let go is not to enable, but allow learning from natural consequences.
To let go is to admit powerlessness, which means the outcome is not in my hands.
To let go is not to try to change or blame another, it's to make the most of myself.
To let go is not to care for, but to care about.
To let go is not to fix, but to be supportive.
To let go is not to judge, but to allow another to be a human being.
To let go is not to be in the middle arranging all the outcomes, but to allow others to affect their destinies.
To let go is not to be protective, it's to permit another to face reality.
To let go is not to deny, but to accept.
To let go is not to nag, scold or argue, but instead to search out my own shortcomings and correct them.
To let go is not to adjust everything to my desires, but to take each day as it comes and cherish myself in it.
To let go is not to criticize or regulate anybody, but to try to become what I dream I can be.
To let go is not to regret the past, but to grow and live for the future.
To let go is to fear less and love more.
Remember: The time to love is short.

Journey Through A New World


“Let your mind start a journey thru a strange new world. Leave all thoughts of the world you knew before. Let your soul take you where you long to be...Close your eyes let your spirit start to soar, and you'll live as you've never lived before.”
Erich Fromm

Friday, May 25, 2012

No More Excuses..

No more excuses ~ If you have the tendency to do these things, then STOP DOING THEM. Stop avoiding your light, your power, your bliss, your passions, your birthright. No more letting the wounds, insecurities, doubts, fears or resistances speak for you or create for you. No more looking outside yourself for security, stability, validation and acceptance, find it first in the comfort of your own self-love and awareness ~ Turn all your attention inward, to the divine Temple that you are - call all aspects in that have strayed away and that you have decided to embody, instead of the Divine God/ess that lives inside that only knows unconditional love and forgiveness. Open the door to all the parts of you that don't feel worthy of your brilliance and power, rather than being those parts that are shut out from your God essence... Let this part of you guide the rest of all that you are and don't stop letting the Love flow... Commit to this, devote yourself, be in love with the process! We are all required to do this!!!